puisi buat sang penantang

MV5BMTcyMDk3Njc4NV5BMl5BanBnXkFtZTcwNjE1NTY0Mg@@._V1._CR39,0,621,621_SS80_

Kami berdiri di ujung pena ikatan
bersama merengkuh, membuat sebuah coretan-coretan kecil tapi bermakna
coretan-coretan itu bercerita
bercerita tentang ironi moral,
bercerita tentang alur paradigma
bercerita tentang darah, keringat, & tangis
bercerita tentang makna dan masa depan ikatan
tetapi apakah dengan tafsir-tafsir kaku tentang konstitusi
bisa menjadi titik-titik air liur
titik-titik air liur yang akan menghapus coretan-coretan tentang makna itu ?
Ataukah mereka panik, emosional, takut
Takut akan vonem-vonem yang mereka rangkai sendiri.
Ataukah tak ingin menonton kekalahan mereka sendiri. Entahlah…. ………
Kami akan berdiri di ujung pena itu
Mengambil pelepah pisang yang kami rajut dengan nalar ikatan
Sehingga tak setitik pun air ludah kalian akan menghapus coretan-coretan kami.

Hidup di Jalan-Nya Atau mati Syahid

    • aangna
    • Juni 19th, 2009

    gooood…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: